-->

Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya UNILAK Siap Mengubah "Wajah" Buku-Buku yang Tidak Menarik



Inprasa.com, Pekanbaru - Tim Penggerak Literasi Inti Prima Aksara (INPRASA) "Goes to Campus" bergerak menuju Universitas Lancang Kuning (UNILAK) Riau untuk mengajak para mahasiswa berkolaborasi menghidupkan dan menggairahkan kembali karya-karya sastra Riau dan membumikan karya mereka hingga dikonsumsi para siswa di seluruh Indonesia.

Mahasiswa UNILAK sekitar 23 orang dari Fakultas Ilmu Budaya berkolaborasi dengan Tim INPRASA berdiskusi untuk mengubah "wajah" buku-buku yang sudah tidak menarik dibaca untuk kalangan siswa sekolah, mulai dari tingkat SD hingga SMA.

Tim Literasi INPRASA, Kak Agus DS yang dikenal sebagai pendongeng nasional kelas dunia, The Master of Story Teller, yang juga Ketua Gerakan Pemasyarakatan Minat Baca (GPMB) Kota Pekanbaru mengungkap fakta di setiap sekolah, mengapa anak-anak tidak mau membaca, atau minat baca kurang, salah satu penyebabnya karena buku-buku yang ada di Perpustakaan tidak menarik.

"Bagaimana mereka mau baca, tertarik pun tidak.. bagaimana mereka mau datang ke perpustakaan, buku-buku diperpustakaan tidak menarik, mereka diarahkan ke Perpustakaan, dan akan berpikir akan masuk ke Puskesmas," ungkap Kak Agus DS yang resah karena buku-buku yang ada di Perpus tidak disentuh anak-anak.

Kak Agus DS menyoroti beragam karya yang terbit di pasaran, bahkan koleksi buku-buku di setiap Perpustakaan di sekolah yang pernah dia kunjungi, dinilai kurang menarik, karena terbukti, Perpustakaan di sekolah selalu sepi, dan sekolah tidak mempunyai ide untuk membuat perubahan mengubah "wajah" sekolah sebagai sekolah literasi.

PD III Fakultas Ilmu Budaya UNILAK, Iik Idayanti memerikan kesempatan seluas-luasnya kepada Tim INPRASA untuk berkolaborasi dengan para Mahasiswa menggelorakan semangat literasi
PD III Fakultas Ilmu Budaya UNILAK, Iik Idayanti memerikan kesempatan seluas-luasnya kepada Tim INPRASA untuk berkolaborasi dengan para Mahasiswa menggelorakan semangat literasi

Kehadiran Tim Literasi INPRASA, disambut hangat, Pembantu Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Iik Idayanti, S.S., M.Hum, dan memberikan kesempatan yang luas kepada tim literasi untuk berkolaborasi menggairahkan semangat literasi, berbagi ide untuk mulai bergerak turut aktif berkarya dan menerbitkan karya untuk kemudian karya mereka, para mahasiswa dapat dibaca oleh siswa di seluruh nusantara.

"Jadi silakan kepada Tim Literasi INPRASA berdiskusi dengan para mahasiswa, dan silakan berbagi ide dan berkolaborasi untuk menghasilkan sebuah karya," tutur Ibu Iik Handayani, di ruang mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya UNILAK.

Iik Handayani juga menyampaikan, kegiatan literasi, khususnya di bidang sastra sudah berjalan di UNILAK, namun masih terbatas di lingkungan kampus, dengan hadirnya Tim literasi INPRASA, kedepan dia berharap, para mahasiswa mempunyai "kendaraan" untuk menerbitkan karya.

"Kehadiran kami, kami sedang menggelorakan gerakan literasi, mungkin ini skenario Allah untuk mengirim kami ke Universitas Lancang Kuning," ujar Kak Agus DS.

Universitas Lancang Kuning, menjadi yang pertama mendapatkan kehormatan dikunjungi Tim Literasi INPRASA dan langsung diajak berkolaborasi untuk mengubah wajah buku-buku yang saat ini di konsumsi anak-anak sekolah.

Tim literasi INPRASA menghadirkan buku-buku Budaya Melayu Riau (BMR) mulai dari tingkat SD, SMP, hingga SMA untuk dirensensi para mahasiswa UNILAK.

Buku BMR menjadi fokus utama untuk dikoreksi, mulai dari perwajahan hingga isi, mahasiswa yang hadir, 23 mahasiswa mendapatkan kesempatan untuk merensensi buku BMR, karena menurut Tim literasi INPRASA, buku BMR sampai hari ini masih terus digunakan anak-anak sekolah.

Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya memberikan aplaus terhadap ide-ide yang dipaparkan Tim literasi INPRASA
Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya memberikan aplaus terhadap ide-ide yang dipaparkan Tim literasi INPRASA

Tim literasi INPRASA berharap, dari hasil resensi buku BMR oleh para mahasiswa, anak-anak di sekolah semakin berminat membaca buku, khususnya buku Budaya Melayu Riau.

Kegiatan merensi buku sekolah, merupakan kegiatan pertama di UNILAK, dan beraharap dari kegiatan ini, kegiatan meresensi juga dilakukan di universitas-universitas, khususnya di kota Pekanbaru, Provisni Riau.

Tim literasi INPRASA pada pertemuan ini juga memberikan kesempatan kepada mahasiswa yang mempunyai karya untuk diterbitkan melalui Penerbit INPRASA.

Tim literasi Inprasa dan Mahasiswa Unilak
Tim literasi Inprasa dan Mahasiswa Unilak

Simak juga diskusi Tim Literasi INPRASA bersama para mahasiswa UNILAK Riau.


0 Response to "Mahasiswa Fakultas Ilmu Budaya UNILAK Siap Mengubah "Wajah" Buku-Buku yang Tidak Menarik"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel