-->

Sinopsis: Buku Cerita Fiksi "Raja Rimba"


SINOPSIS: Buku Cerita Fiksi "Raja Rimba"

Inprasa.com, Pekanbaru - Buku cerita fiksi "Raja Rimba" mengisahkan tentang seekor anak kambing yang mencari akal ketika harimau akan menerkamnya. Anak kambing berkata bahwa ia memiliki sebuah rahasia yang berasal dari langit dan berguna bagi semua binatang.

Buku cerita "Raja Rimba" karya Winarno GN diterbitkan oleh PT. Sutra Benta Perkasa, Edisi pertama, 2006. Buku setebal 44 halaman, di pasaran pada Sabtu, 1 April 2006.

Sahabat INPRASA, akan ada sisi menarik yang terungkap dalam sinopsis buku ini. Jadi, simak terus postingan kami..

SINOPSIS Raja Rimba

Seekor Anak Kambing yang terpisah dari induknya sedang asik memakan rumput di tengah hutan. Tiba-tiba datang seekor Harimau bertubuh besar dan berwajah seram.

"Kebetulan ada Anak Kambing di sini." kata Harimau sambil menyeringai.

Lalu bagaimana nasib Anak Kambing. Apa lagi harimau itu sedang kelaparan. Anak Kambing pun mencari akal bagaimana caranya agar Harimau itu tidak jadi menerkamnya.

"Jika kau membunuh dan memakan dagingku, kau pasti kecewa." kata Anak Kambing.

"Mengapa aku kecewa?" tanya Harimau.

"Karena aku mempunyai berita rahasia. Berita rahasia ini asalnya dari langit dan berguna bagi semua binatang." jawab Anak Kambing.

"Lihatlah di atas itu. Itu lonceng dunia. Berita dari langit mengatakan begitu. Barang siapa bisa memukul lonceng itu sampai tiga kali, akan menjadi penguasa dunia. Kau akan menjadi Raja Rimba." kata Anak Kambing sambil menunjuk sarang lebah.

Harimau pun mempercayai ucapan Anak Kambing. Namun sebelum Harimau memukul lonceng dunia itu. Anak kambing akan berlari untuk memberitahu semua binatang, agar menyambut dan ikut merayakan kenaikan pangkat Harimau.

Dengan cepat Anak Kambing berlari. Artinya ia berlari pulang ke rumah dan akan menceritakan semuanya kepada induknya.

Pada tengah harinya, Harimau segera meloncat untuk memukul lonceng dunia tersebut. Namun apa yang terjadi? Yang dikira lonceng dunia itu ternyata sarang lebah. Maka berhamburanlah semua lebah-lebah dalam sarang itu karena merasa tergangggu.

Karena merasa kesakitan, akhirnya Harimau berteriak-teriak sambil berlari tak menentu. Karena seluruh badannya disengat oleh lebah-lebah.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel