Hakekat Manusia Menjadi Khalifah


Sumber gambar : www.nu.or.id


Inprasa.com, Menurut perkiraan bahwa manusia diciptakan Tuhan, setelah penciptaan Langit dan Bumi beserta perangkatnya stabil kondisinya, baik stabil kondisi bumi itu sendiri maupun stabil kondisi benda-benda langit lainnya sebagai pendukung kehidupan makhluk di bumi, seperti matahari, bulan, planet lain dan atmosfir yang melindungi bumi. Oleh karena itu bumi betul-betul merupakan tempat nyaman yang sudah disiapkan Tuhan jutaan tahun lalu (ukuran waktu di bumi).

Untuk apa manusia diturunkan ke bumi? Jawabnya untuk menjadi Khalifah. Apa arti Khalifah itu? Khalifah sesuai fitrahnya berarti sebagai pewaris bumi, sebagai pemimpin bumi, penyelamat bumi, dan masih banyak arti lain yang semuanya bermakna sebagai makhluk lain ciptaan Tuhan. Dengan kata lain manusialah merupakan makhluk termulia, pemegang puncak kemuliaan berupa mahkota kemanusiaan.

Karena fitrah manusia merupakan makhluk mulia maka seharusnya manusia harus dapat mempertahankan fitrahnya sebagai Khalifah. Indikator manusia masih tetap menjadi Khalifah diantaranya manusia harus bisa :
1. Memberi manfaat terhadap manusia lainnya tanpa memandang status sosial, suku, agama dan bangsa apa mereka.
2. Memberi manfaat terhadap sesama makhluk Tuhan, baik hewan maupun tanaman.
3. Tidak menyusahkan kepada manusia lainnya dengan cara apapun tanpa memandang status sosial, suku, agama dan banga apa mereka.
4. Mengabdi kepada Tuhannya sebagai makhluk, apapun perintah dan larangannya harus ditaati.
5. Mengajak berbuat kebaikan, mencegah kemungkaran dengan bijaksana.

Kelima indikator yang disebutkan di atas adalah indikator minimal yang harus ada pada setiap pribadi jika manusia masih ingin disebut manusia sebagai Khalifah.

Adakah setiap pribadi atau diri kita sudah memiliki indikator seperti di atas? Jika sudah, naikkan level yang lebih tinggi lagi, misalnya indikator jika kita beribadah kepada Tuhan tidak hanya kita yang dapat pahala melainkan orang lain juga ikut mendapat kebaikan. Jika belum segera lakukan agar kita memiliki standar minimal untuk bisa disebut Khalifah.

Kita semua setuju bila setiap pribadi sudah memiliki level seorang Khalifah, tidak akan ada lagi  kondisi penjara penuh karena kejahatan, tidak ada lagi rumah sakit penuh akibat kecelakaan karena etika berlalu lintas kurang baik. Tidak ada lagi korupsi besar-besaran yang berakibat menyesengsarakan rakyat. Tidak ada lagi dendam politik berkepanjangan yang berakibat saling mencari kesalahan satu sama lain, bahkan tidak ada lagi pertengkaran dijalanan akibat tersinggung dan kesalahpahaman. Demikian hakikat manusia jika masih bisa ingin disebut Khalifah.

Manusia pemegang puncak mahkota kemanusiaan memiliki kelebihan dibanding makhluk lain, hal yang demikian harus terus dipertahankan, agar kehidupan di dunia tetap aman, tentram dan damai sepanjang masa. Oleh karena itu mengapa setiap awal surat dalam Al-Quran selalu  di awali dengan kata :

بسم الله الرحمن الرحيم
“Dengan menyebut nama Allah yang maha pengasih lagi maha penyayang”.

Tuhan mengasihi semua makhluk, baik yang jahat, yang baik, yang jujur, yang bohong, yang lapar, yang kenyang, yang didarat maupun di lautan, semuanya mendapat kasih Tuhan Yang Maha Penyayang, semua yang taat padanya akan mendapat perhatian lebih yakni disayang Tuhan.

Semua makhluk mendapatkan hasil dari Tuhan. Namun untuk mendapat kasih dan sayang harus menjadi manusia yang bersedia menjalankan perintah dan menjauhi larangan Tuhan dan manusia tetap menjadi Khalifah.

Inginkah kita selalu diberi kasih dan sayang oleh Tuhan? Jika ingin, tetaplah menajdi seorang Khalifah.

Semoga kita semua tetap ingat bahwa hakikat manusia adalah sebagai Khalifah. Aamiin.

0 Response to "Hakekat Manusia Menjadi Khalifah"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel